
Gemuruh tepuk tangan membelah udara Banyumili Resort Tuntang, Ahad 7 Juni 2026. Bukan karena pengumuman wisudawan terbaik, tapi karena hentakan 1000 tangan siswa kelas 9 SMP IT Darul Fikri Bawen yang kompak memukul dada, lantai, dan paha dalam persembahan tari Saman.

Di puncak acara Akhirussanah, santri putera kelas 9 naik ke panggung terbuka dengan balutan busana Aceh . Tanpa musik pengiring, hanya lantunan syair “Assalamu’alaikum” dan tepukan ritmis yang mereka hasilkan sendiri. Dalam 7 menit, mereka menampilkan kekompakan, kecepatan, dan kedisiplinan yang selama 3 tahun ditempa di liqo’, tahfidz, dan green house.”
Tari Saman kami pilih bukan sekadar seni. Gerakannya melambangkan ukhuwah, kebersamaan, dan semangat jihad menuntut ilmu,” ujar ketua panitia angkatan 9 usai pentas, napasnya masih memburu.
Pembina Yayasan yang hadir langsung di barisan VIP berdiri memberi aplaus terpanjang. “Inilah bukti tarbiyah berhasil. Jas mereka mau dilepas, tapi semangat kebersamaannya tidak. Saman ini pesan: kalau kompak, gunung pun bisa diguncang,” tuturnya haru.
Video penampilan tari Saman itu langsung viral di grup wali murid. Banyak orang tua berkaca-kaca, karena di balik gerakan cepat itu mereka melihat anaknya yang dulu canggung, kini percaya diri dan memimpin barisan.
Dengan persembahan terakhir itu, kelas 9 menutup masa SMP-nya bukan dengan air mata ceng, tapi dengan hentakan semangat: kami siap, kami kompak, kami generasi Qurani.
