

Kata belajar sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam islam, dari manusia lahir hingga akhir hayat diwajibkan untuk belajar. Agar proses belajar dalam terlaksana dengan mudah, kita perlu mengetahui tipe atau gaya belajar dengan baik. Ada beberapa macam gaya belajar yaitu : Visual, Auditori dan kinestetif
Gaya belajar Visual adalah gaya belajar dimana lebih menekankan pada penglihatan mata. Adapun ciri gaya belajar ini antara lain : berbicara dengan cepat , teliti terhadap detail, melihat dengan asosiasi visual, mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali ditulis dan sering meminta bantuan orang lain untuk mengulanginya.
Gaya belajar Auditori adalah gaya belajar dimana lebih menekankan pada pendengaran. Adapun ciri gaya belajar ini antara lain : berbicara kepada diri sendiri pada saat bekerja , mudah terganggu dengan keributan , senang membaca dengan keras dan mendengarkan , menggerakkan bibir merek dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca , lebih suka seni musik daripada seni lukis.
Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar dimana lebih menenkankan pada gerak. Adapun ciri gaya belajar ini antara lain : berbicara dengan perlahan , menanggapi perhatian fisik , menyentuh orang untuk mendapat perhatian mereka , belajar melalui manupulasi dan praktik , mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar , banyak menggunakan isyarat tubuh , tidak dapat duduk diam dalam waktu yang lama.
Nah, itulah tadi beberapa gaya belajar. Dalam belajar, setiap orang bisa tidak hanya fokus pada satu gaya belajar yang dominan. Bisa perpaduan antara gaya belajar visual dan auditori, dapat juga perpaduan antara gaya belajar auditori dan kinestetik, ataupun perpaduan antara gaya belajar visual dan kinestetif. Dapat juga hanya visual yang paling dominan.
Sebagai seorang guru, sangat penting bagi kita untuk mengetahui gaya belajar pada anak agar proses belajar dan mengajar dapat berlangsung secara maksimal.
